Tuesday, April 21, 2020

3.10 Menerapkan Komunikasi di Tempat Kerja


PENGGUNAAN KOMUNIKASI FATIS DALAM PENGELOLAAN HUBUNGAN DI TEMPAT KERJA
SMK IPTEK JAKARTA-Adm. Umum

Komunikasi merupakan bagian paling mendasar dalam kehidupan manusia. Komunikasi yang memungkinkan manusia membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakannya sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apapun yang mereka hadapi. Dengan komunikasi, manusia mempelajari dan menerapkan cara-cara untuk mengatasi permasalahan dalam kehidupan sosial (Mulyana, 2010). Komunikasi antarpribadi dianggap sebagai salah satu strategi untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang efektif antara organisasi dengan publik.
Komunikasi antarpribadi memiliki fungsi untuk membantu mengumpulkan informasi mengenai individu sehingga dapat memprediksikan respon yang akan timbul. Hal tersebut didukung oleh Wiryanto (2006: 32), komunikasi antarpribadi sebagai komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara teroganisasi maupun pada kerumunan orang. Komunikasi memiliki peranan penting, terutama pada konteks komunikasi di tempat kerja. Dalam komunikasi organisasi, setiap individu dalam organisasi tersebut mendapatkan komunikasi untuk menjalankan fungsi dan tugas masing-masing.
Penggunaan komunilasi fatis sangat sering terjadi ditempat kerja, karena dianggap sebagai pembuka dalam hubungan yang lebih akrab. Komunikasi fatis sangat berperan dalam pembentukan hubungan dan menciptakan hubungan yang erat antar sesama rekan kerja .Ketika seseorang beinteraksi dengan orang lain, maka saat itulah komunikasi mengambil peranan penting dalam hubungan yang tercipta. Komunikasi yang sedang berlangsung antar individu terbagi atas apa yang dimaksud dengan komunikasi verbal atau pun komunikasi non verbal.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang bersifat lisan atau komunikasi dengan menggunakan kata-kata (lisan) maupun tulisan (Devito, 2012). Melalui kata-kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran. Komunikasi nonverbal identik dengan komunikasi tanpa menggunakan kata-kata atau lebih menekankan terhadap pemaknaan simbolsimbol yang berlaku di sosial masyarakat. Baik komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal memiliki fungsi yang saling terkait pada komunikasi yang dilakukan dalam sebuah interaksi.
Menurut penelitian mengenai komunikasi verbal dan non verbal menunjukkan bahwa 80% komunikasi antara manusia dilakukan secara non verbal. Komunikasi dikatakan baik apabila komunikasi itu efektif. Dengan komunikasi yang efektif diharapkan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh komunikan. Salah satu indikator keefektifan komunikasi adalah apabila memenuhi sejumlah syarat tertentu, dimana salah satunya adalah komunikasi yang mampu menimbulkan kesenangan diantara pihak yang terlibat di dalamnya. Upaya untuk menimbulkan rasa kesenangan saat berkomunikasi adalah dengan menggunakan apa yang disebut dengan komunikasi fatis (phatic communication).
Namun, komunikasi fatis biasanya dilakukan melalui komunikasi verbal dan nonverbal. Bentuk komunikasi nonverbal adalah sentuhan di pundak atau di punggung lawan bicara juga dapat mengekspresikan gaya komunikasi fatis. Meskipun komunikasi fatis ini cukup jarang dibicarakan dalam kajian komunikasi, namun keberadaan komunikasi fatis disekitar lingkungan sosial ternyata sangat diperlukan dan mudah ditemukan. Menurut Tubbs dan Sylvia Moss (2009),
Komunikasi fatis sangat berguna untuk mempertahankan kelangsungan hubungan sosial dalam keadaan yang baik dan menyenangkan. Hubungan yang baik dan menyenangkan ini sangat diperlukan bagi seseorang untuk mengembangkan kepribadiannya. Komunikasi fatis sangat lekat dengan pengaruh budaya masing-masing individu. Adanya perbedaan konteks komunikasi dalam keberagaman komunikasi antar budaya terkadang menjadikan komunikasi yang berjalan tidak efektif. Hal ini terjadi karena keberagaman budaya yang melatarbelakangi individu sangat berperan terhadap gaya komunikasi seseorang. Gaya komunikasi ini juga akan berpengaruh ketika individu berbaur di tempat kerja.
Komunikasi
Komunikasi merupakan penyampaian dan pemahaman suatu maksud. Jika tidak ada informasi atau ide yang disampaikan, komunikasi tidak terjadi. Agar komunikasi berhasil, maksud harus ditanamkan dan dipahami (Robbins, Coulter, 2007). Terdapat empat fungsi utama komunikasi menurut Robbins dan Coulter (2007) adalah :
a. Kontrol Komunikasi bertindak sebagai kontrol perilaku anggota dalam berbagai cara
b. Motivasi Komunikasi mendorong motivasi dengan menjelaskan pada karyawan apa yang harus diselesaikan, seberapa baik mereka melakukannya, dan apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja jika tidak sejajar. Ketika karyawan menetapkan tujuan tertentu, bekerja untuk tujuan itu, dan menerima umpan balik dari perkembangan tujuan itu, maka komunikasi diperlukan.
c. Ekspresi emosional Komunikasi yang terjadi di dalam kelompok adalah mekanisme fundamental di mana anggotanya berbagi rasa frustasi dan perasaan puas. Komunikasi memberikan penyaluran perasaan bagi ekspresi emosional dan untuk memenuhi kebutuhan sosial.
d. Informasi Individu dan kelompok memerlukan informasi untuk menyelesaikan sesuatu dalam organisasi. Komunikasi menyediakan informasi tersebut. Komunikasi Antar Pribadi Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) merupakan komunikasi yang berlangsung dalam situasi tahap muka antara dua orang atau lebih, baik secara teroganisasi maupun pada kerumunan orang (Wiryanto, 2006). Dapat dikemukakan lima ciri-ciri komunikasi antarpribadi, antara lain:
1. Arus pesan dua arah. Komunikasi antarpribadi menempatkan sumber pesan dan penerima dalam posisi yang sejajar, sehingga memicu terjadinya pola penyebaran pesan mengikuti arus dua arah.
2. Suasana nonformal. Komunikasi antarpribadi biasanya berlangsung dalam suasana nonformal.
3. Umpan balik segera. Komunikasi antarpribadi biasanya mempertemukan para pelau komunikasi secara bertatap muka, maka umpan balik dapat diketahui dengan segera, baik secara verbal maupun nonverbal.
4. Peserta komunikasi berada dalam jarak yang dekat. Komunikasi antarpribadi menuntut agar peserta komunikasinya berada dalam jarak dekat, baik jarak fisik maupun psikologis. Jarak yang dekat dalam arti fisik, artinya para pelaku saling bertatap muka, berada pada satu lokasi tempat tertentu dan secara psikologis menunjukkan keintiman hubungan antarindividu.
5. Peserta komunikasi mengirim dan menerima pesan secara simultan dan spontan, baik secara verbal maupun nonverbal. Untuk meningkatkan keefektifan komunikasi antarpribadi, pemanfaatan kekuatan pesan verbal maupun nonverbal, untuk berupaya saling meyakinkan, dengan mengoptimalkan penggunaan pesan verbal maupun nonverbal secara bersamaan, saling mengisi, saling memperkuat sesuai dengan tujuan komunikasi.
Karakteristik Komunikasi Antarpribadi Pearson dalam Aw (2011) menyebutkan ada enam karakteristik komunikasi antarpribadi, yaitu:
1. Komunikasi antarpribadi dimulai dengan diri sendiri (self). Artinya bahwa segala bentuk proses penafsiran pesan maupun penilaian mengenai orang lain, berangkat dari diri sendiri.
2. Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional. Ciri komunikasi seperti ini terlihat dari kenyataan bahwa komunikasi antarpribadi bersifat dinamis, merupakan pertukaran pesan secara timbal balik dan berkelanjutan.
3. Komunikasi antarpribadi menyangkut aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Bahwa efektivitas komunikasi antarpribadi tidak hanya ditentukan oleh kualitas pesan, melainkan juga ditentukan dari kadar hubungan antar individu.
4. Komunikasi antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihakpihak yang berkomunikasi, dengan saling bertatap muka.
5. Komunikasi antarpribadi menempatkan kedua belah pihak yang berkomunikasi saling tergantung satu dengan lainnya (interdependensi), bahwa komunikasi antarpribadi melibatkan ranah emosi, sehingga terdapat saling ketergantungan emosional di antara pihak-pihak yang berkomunikasi.
6. Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang. Artinya, ketika seseorang sudah terlanjur mengucapkan sesuatu kepada orang lain, maka ucapan itu sudah tidak dapat diubah atau diulang, karena sudah terlanjur diterima oleh komunikan.
Efektifitas komunikasi interpersonal diukur dengan menggunakan skala komunikasi interpersonal yang disusun berdasarkan efektivitas komunikasi interpersonal oleh Devito (2012) yang meliputi:
1. Keterbukaan (openness) Kedekatan antar pribadi mengakibatkan seseorang bias dan mampu menyatakan pendapatnya dengan bebas dan terbuka. Kebebasan dan keterbukaan akan memengaruhi berbagai variasi pesan baik verbal maupun nonverbal
2. Perilaku positif (positiviness) Komunikasi interpersonal akan berhasil jika terdapat perhatian yang positif terhadap diri seseorang, komunikasi interpersonal akan terpelihara baik jika suatu perasaan positif terhadap orang lain itu dikomunikasikan, suatu perasaan positif dalam situasi umum amat bermanfaat untuk mengefektifkan kerjasama.
3. Empati (empathy) Kemampuan memproyeksikan diri kepada peranan orang lain maupun mencoba merasakan dalam cara yang sama dengan perasaan orang lain.

Komunikasi internal adalah proses pertukaran informasi dan komunikasi di antara pimpinan dan para karyawan dalam suatu perusahaan yang menyebabkan terwujudnya struktur yang khas (organisasi) dan pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal yang menyebabkan pekerjaan dapat berlangsung secara efektif. Menurut Effendy (2011) dalam upaya menyampaikan pesan, ide, gagasan serta informasi lainnya dapat terjadi dalam kontek secara vertikal dan horizontal, maupun terjadi komunikasi internal sebagai berikut :
a. Komunikasi Vertikal Komunikasi vertikal adalah komunikasi dari atas ke bawah dan sebaliknya adalah komunikasi dari pimpinan kepada bawahan dan dari bawahan kepada pimpinan secara timbal balik. Pimpinan perlu mengetahui laporan, tanggapan, atau saran para karyawan sehingga suatu kebijaksanaan dapat diambil dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
b. Komunikasi Horizontal Komunikasi horizontal adalah komunikasi secara mendatar, antar anggota staf dengan anggota staf, karyawan sesama karyawan, dan sebagainya. Komunikasi horizontal seringkali berlangsung tidak formal, mereka berkomunikasi satu sama lain bukan pada waktu mereka sedang bekerja, melainkan pada saat istirahat, sedang rekreasi atau pada waktu pulang kerja.
Komunikasi Fatis adalah komunikasi yang bertujuan untuk menimbulkan kesenangan diantara pihak-pihak yang terlibat didalamnya (Devito, 2012). Malinowski dalam jurnal Phatic Communion (Senft, 2009), menjelaskan bahwa 7 komunikasi fatis adalah komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan komunikasi fatis kita dengan orang lain sanagat terkait dengan bagaimana budaya kita berperan membantuknya. Lebih lanjut Malinowski menjelaskan bahwakomunikasi fatis bisa jadi bukan hanya bentuk basa-basi atau small talk dalam proses komuniasi tersebut, tetapi bisa menjadi pembentuk hubungan antar individu
Komunikasi konteks tinggi adalah komunikasi yang bersifat bias makna dan ambigu, yang menuntut penerima pesan agar menafsirkannya sendiri. Komunikasi konteks tinggi bersifat tidak langsung, tidak apa adanya. Komunikasi konteks tinggi mengandung pesan implisit dan banyak terdapat dalam konteks fisik (physical context), sehingga makna pesan hanya dapat dipahami dalam konteks pesan tersebut. Ciri-ciri Komunikasi Konteks Tinggi adalah Typically short, pithy, and poetic (komunikasinya yang singkat, penuh arti, dan puitis). Komunikasi konteks tinggi sangat mungkin dipahami jika digunakan di dalam kelompoknya sendiri (in group), tidak untuk kelompok luar (outsiders). Komunikasi kontekstinggi bertipikal sedikit berbicara, implisit, dan puitis. Orang berbudaya konteks-tinggi menekankan isyarat kontekstual, sehingga ekspresi wajah, tensi, gerakan, kecepatan interaksi dan lokasi interaksi lebih bermakna.
Beberapa informan juga lebih mengarah pada bentuk komuniksi formal. Artinya hubungan yang terjalin juga hanya sebatas hubungan kerjaan dan sebatas menyapa saja. Namun walaupun demikian kominikasi fatis tetap menjadi suatu bentuk komunikasi wajib dalam hubungan interpersonal terutama ditempat kerja. Peranan Komunikasi Fatis di Tempat Kerja Berdasarkan hasil wawancara, didapati bahwa para informan secara keseluruhan mengatakan bahhwa peranan dari komunikasi fatis yang mereka lakukan adalah untuk memulai hubungan hingga untuk menjaga hubungan.
SIMPULAN
Beberpa kesimpulan tersebut adalah:
1. Penggunaan komunikasi fatis sangat sering terjadi di tempat kerja, karena dianggap sebagai pembuka dalam hubungan yang lebuh akrab.
2. Komunikasi fatis sangat berperan dalam pembentukan hubungan dan menciptakan hubungan yang erat antar sesama rekan kerja.

Wednesday, March 25, 2020

3.8 Memilih peralatan kantor dalam kegiatan administrasi



3.8 Memilih Peralatan Kantor dalam kegiatan administrasi  
SMK IPTEK JAKARTA
Oleh Yati Octavia S.Pd

Materi Ajar :
3.8 Memilih Peralatan Kantor dalam kegiatan administrasi
4.8. Menggunakan Peralatan Kantor dalam kegiatan administrasi
1. Pengertian Peralatan Kantor
2. Jenis-Jenis Peralatan Kantor
3. Memilih Peralatan Kantor dalam kegiatan Administrasi

11
A.  Pengertian Peralatan Kantor 
        (Office Equipment) adalah Alat-alat atau perlengkapan-perlengkapan yang dipakai dalam kantor guna kelancaran perusahaan dalam melakukan/ melaksanakan kegiatan-kegiatan administrasinya. 

    Peralatan adalah barang yang berbentuk alat untuk digunakan dalam mendukung pekerjaan. Dicatat sebagai fixed asset (aktiva tetap) Contoh peralatan adalah: Mesin, kendaraan, komputer, dll.

    Perlengkapan adalah barang yang digunakan sebagai pelengkap dalam mendukung suatu pekerjaan agar berjalan dengan baik. Tujuan utama adalah melengkapi bukan mendukung kegiatan, jadi tanpa ini pun usaha tidak akan terhambat. Contoh perlengkapan adalah: kertas, pensil, pulpen, penghapus, tinta, dll.

Peralatan Kantor (Office Equipment) antara lain :

1.     Kendaraan Kantor


2.     Mesin ketik


3.     Komputer


4.     Printer


5.    Almari Kantor / Filing Cabinet

8.     Mesin hitung / kalkulator

B.  Berbagai Jenis Perlengkapan Kantor dan Fungsinya
Peralatan-peralatan kantor dan fungsinya sangat beragam. Ada yang berupa barang-barang berbentuk kecil, barang yang sering digunakan, barang cepat habis, hingga barang-barang yang tidak terlalu mahal tapi harus ada di kantor. Office Stationary adalah nama lain dari perlengkapan kantor, dan inilah fungsi alat-alat tersebut.
1.                  Kertas
Kertas adalah perlengkapan kantor paling dibutuhkan. Biasanya ini digunakan untuk menulis, mencetak dan menggambar. Kertas hampir menjadi kebutuhan pokok sebagai penopang aktivitas kantor. Jenisnya yang paling umum adalah HVS (Houtvrij Schrijfpapier), F4 / Folio yang masing-masing punya ketebalan 70 hingga 100 gram.

 2.    Pulpen, Pensil, Tipe-X dan Penghapus
Pulpen, Pensil dan penghapus adalah beberapa jenis peralatan kantor yang juga harus selalu ada. Pensil digunakan untuk sarana menulis, menggambar, menuangkan ide atau gagasan di atas kertas dan mudah dihapus. Sedangkan, pulpen memiliki fungsi untuk alat tanda tangan dan lain sebagainya. Jika diperlukan Tipe-X adalah penghapus pulpen.

 3. Penjepit Kertas
Beberapa peralatan-peralatan kantor dan fungsinya memang sangat beragam banyak dan jumlahnya. Salah satunya adalah penjepit kertas atau paper-clip yang memiliki ukuran kecil hingga sangat besar yang beragam warna dan mudah dilepas. Perlengkapan kantor ini berguna

4.              4.  Printer dan Tinta Printer
Ada printer harus ada tinta dan kertas untuk proses mencetak file yang diperlukan. Untuk jenis tinta bisa berwarna dan hitam yang disesuaikan dengan kebutuhan. Macam-macam printer dan tinta sendiri saat ini ada banyak sekali ragamnya. Sedangkan, untuk warna tinta sendiri ada warna dasar CMYK (Cyan, Magenta, Yelow, Key/Black). Bila memang kebutuhan printer sangat tinggi sehari-harinya, maka printer suntik sangat cocok untuk digunakan. Hal ini akan memperlama habisnya tinta printer.

5.    Memory-Card, Flashdisk dan Eksternal Harddisk
Semua peralatan-peralatan kantor dan fungsinya sangat beraneka, begitu juga dengan alat-alat penyimpan digital tersebut. Semua alat tersebut berfungsi untuk pemindahan data-data digital dengan kapasitas berbeda-beda dari komputer satu ke komputer lainnya. Flashdisk adalah salah satu benda yang sangat diperlukan oleh perkantoran saat ini. Karena dengan flashdisk perpindahan data dari komputer satu ke komputer lainnya menjadi lebih mudah dan cepat. Anda pun dapat mindahkan data berukuran besar dengan jenis data yang beragam.

6.    Stopmap, Amplop dan Ordner
Amplop adalah perlengkapan kantor dengan fungsi sebagai branding perusahaan. Amplop biasanya akan didesain menarik agar memiliki kesan sekaligus untuk mengeksplorasi dengan perusahaan pesaing. Sedangkan Stopmap gunanya untuk menyimpan kertas dan dokumen supaya tak terlipat atau tertekuk.
Ordner adalah kotak tempat untuk menyimpan arsip dengan identitas pada tag keterangan ordner. Peralatan kantor ini sering digunakan karena mampu mempermudah pengarsipan dengan skala yang besar. Ordner penting bila Anda memiliki data arsip hard copy dalam jumlah yang besar dan dengan kategori yang beragam.
7.    Stempel
Ada lagi peralatan-peralatan kantor dan fungsinya selain di atas yang tak kalah pentingnya yakni, stempel. Perlengkapan kantor ini sebagai alat pengesahan transaksi dan korespondensi kantor. Stempel punya peran penting yang menunjukkan atau mewakili identitas suatu perusahaan dan alat penguat dalam pertanggungjawaban.
8.                 8. Penggaris, Stapler, Gunting, Perforator, Perekat dan lainnya
Peralatan kantor yang lengkap juga termasuk penggaris stapler, gunting, perforator dan lain-lain. penggaris sebagai alat pengukur yang biasanya digunakan di kantor. Gunting adalah alat kantor yang selalu ada untuk memotong plastik, kertas, kain tali, dan lainnya.Sedangkan, perforator untuk melubangi kertas. Adapun perekat bisa berupa lem atau solatip dan ada lagi alat-alat lainnya.

Perlengkapan-perlengkapan di atas harus selalu ada di dalam kantor. Apapun benda-benda di dalam kantor, sekalipun bentuknya sangat kecil, merupakan alat yang sangat berguna dan memiliki ragam fungsi vital di dalam kantor itu sendiri. Sekian pembahasan mengenai berbagai jenis peralatan kantor dan fungsinya.

C.  Memilih peralatan kantor dalam kegiatan adminnistrasi
Peralatan/perbekalan kantor terdiri dari 5 macam yaitu :
Perabot, peralatan/perlengkapan, mesin, pesawat dan interior kantor.
Pengertian Perbekalan kantor adalah semua fasilitas/barang-barang yang ada di dalam kantor baik langsung maupun tidak langsung digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan kantor sehingga menghasilkan sesuatu yang diharapkan, ada 5 macam yaitu :
1.    Perabot kantor yaitu segala macam barang/benda kantor yang berfungsi sebagai penunjang terhadap pekerjaan kantor. Perabot kantor juga bisa diartikan segala macam peralatan yang berkaitan dengan tulis-menulis dan penyimpanan hasil kerja kantor. Istilah lain dari perabot kantor adalah perkakas kantor atau office furniture. Misalnya meja, kursi, lemari, rak dsb.

2.    Peralatan/perlengkapan kantor adalah segenap barang-barang yang digunakan dalam pekerjaan tata usaha untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan di kantor.
Macam-macam peralatan yang bukan mesin kantor, menurut Leffing Well dan Robinson adalah:
1)  Baki surat (desk tray)
Kegunaan dari baki surat ( desk tray ) adalah alat untuk menyimpan surat agar surat tidak berantakkan.
2)  Kalender meja (desk calendar)
3)  Mistar (ruler)
Kegunaan dari penggaris adalah untuk mengukur garis dalam melakukan pekerjaan.
4)  Pena (pens)
Kegunaan dari Pulpen adalah alat untuk membantu proses kegiatan tulis menulis.
5)  Tangkai pena (pens holder)
6)  Pensil (pencil)
Kegunaan dari pensil adalah alat untuk membantu proses kegiatan tulis menulis.
7)  Pensil warna (colored pencil)
Pensil adalah perangkat kers yang digunakan untuk mengimplementasikan tulisan atau medium seni yang biasanya dibangun dari grafi dan tanah liat padat, pigmen inti dalam sebuah casing pelindung.
8)  Penghapus pensil (eraser)
Kegunaan dari penghapus adalah untuk menghapus dalam kesalahan tulis menulis.
9)  Kertas isap (blotter)
10)   Gunting
3.      Mesin-mesin kantor (office machine)
Mesin-mesin kantor (office machine) adalah segenap alat yang digunakan untuk menghimpun, mencatat, dan mengolah bahan-bahan keterangan dalam pekerjaan tata usaha yang bekerja secara mekanik, elektronik, dan magnetik. Misalnya mesin tik, komputer, stensil, OHP, mesin foto copy dan sebagainya. Macam-macam mesin kantor antara lain:
a.    Mesin tik (type writer)
b.    Mesin hitung (calculating machine)
c.    Mesin pengganda dokumen ( Duplicator/copier)
d.    Mesin dikte (Dictating Machine)
e.    Mesin keperluan surat menyurat (Mailing equipment)
f.     Mesin komunikasi (Comunication Equipment)

4.        Pesawat kantor
Pesawat kantor adalah semua mesin komunikasi yang membantu kegiatan komunikasi di kantor.
Jenis-jenis pesawat kantor
Jenis-jenis atau macam-macam pesawat komunikasi di antaranya sebagai berikut.


1)  Interkom
2)  Telepon
3)  Handphone
4)  Switch board
5)  Loudspeaking telephone
6)       Telephone autolering machines
7)       Dictaphone
8)       Teleks
9)   Faksimile




               Alat Bantu peraga (audio visual aids)
Alat Bantu peraga (audio visual aids) adalah alat yang digunakan untuk membantu kelancaran komunikasi antara pendengar dan penyaji. Contoh – contoh alat bantu peraga:


a.   Tape recorder
b.   VCD/DVD player
c.    Radio
d.    Televisi
e.    Slide projector
f.     Film
g.    Over head projector
h.    Proyektor LCD
i.     Chalk board dan white board
j.     Grafik dll


5.    Interior Kantor
a.    Pengertian Desain Interior Kantor
Desain interior kantor adalah suatu perancangan dan perencanaan interior ruang kantor untuk memecahkan permasalahan yang ada di suatu kantor dengan memperhatikan ergonomi agar menciptakan suatu ruangan kantor yang nyaman untuk di tempati Pengertian lain Desain interior kantor adalah perancangan interior suatu ruang kantor yang ada di dalam suatu bangunan untuk mengatur tata ruang, pergerakan orang, pengaturan furnitur & peralatan kerja, pencahayaan serta dekorasi yang meliputi warna dinding, lantai, plafon dan jendela.
Desain Interior Kantor yang baik adalah yang sesuai dengan jenis usaha/bisnis perusahaan, dan dapat mengangkat citra (image) perusahaan. Interior kantor adalah benda-benda kantor yang digunakan untuk menambah suasana jadi menyenangkan sehingga memberi semnagat dan kenyamanan dalam menyelesaikan pekerjaan. Contoh: gambar-gambar, patung, lukisan bendera, vas bunga jam dinding dll.
Unsur – Unsur Kantor
1.   Gedung, terdiri dari bangunan, ruangan dan perlengkapan gedung.
2.   Peralatan, terdiri dari mesin-mesin kantor dan perabot-perabot kantor.
3.   Personil, orang yang berada & terkait dalam sebuah kantor / gedung.
b.   Tujuan Fungsi Interior Kantor
1.     Merancang untuk mengakomodasi fungsi interior kantor dan kebutuhan bagi pengguna ruang.
2.     Menciptakan atmosfir kantor yang nyaman dan membangkitkan suasana kerja.
3.     Menampilkan citra kantor yang bertaraf profesional dan fasilitas yang memadai.
4.     Menciptakan ruang yang memperhatikan kebutuhan estetika, fungsi dan ruang gerak.
5.     Memenuhi kebutuhan ruang dengan memperhatikan tata letak dan efisiensi dari ruang kantor.
6.     Tersedia sarana dan prasarana untuk menunjang aktivitas kerja yang terjadi di kantor tersebut.
7.     Meningkatkan hubungan antar unit kerja secara optimal.
8.     Menciptakan suasana dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.
9.     Memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada klien saat bertransaksi.
c.    Sasaran Fungsi Interior Kantor
1.     Merancang estetika interior kantor tanpa mengurangi nilai – nilai fungsi interior kantor.
2.     Dapat memenuhi tuntutan waktu dan tempat secara efektif.
3.     Dapat mengkomunikasikan citra / informasi yang terkandung dari suatu ruang.
d.   Fungsi Interior Kantor & Warna
Memilih warna cat untuk kantor bertujuan memberi kesan sesuai dengan jenis usahanya atau karakter perusahaan ybs. Anda harus tahu pesan apa yang ingin disampaikan dari warna cat dinding ruang kantor Anda untuk mencapai tujuan atau kesan yang diinginkan. Misalnya fungsi interior kantor bagian penjualan, akan sesuai menggunakan warna oranye atau kuning agar produktif.

e.    Keseimbangan Fungsi dan Estetika Desain           

Desain interior kantor adalah proses yang sangat terstruktur yang melibatkan koordinasi dan kreativitas. Ini mencakup ruang lingkup yang luas dan pada akhirnya harus menyeimbangkan keinginan dan kebutuhan klien.Tidak semua desain bertumpu pada estetika, fungsionalitas ruang biasanya didahulukan karena karyawan harus bekerja di kantor setiap hari.

           f. 4 Cara Meningkatkan Estetika Kantor

Kantor Anda bukan hanya tempat kerja – itu adalah rumah kedua bagi banyak karyawan Anda dan itu adalah keseharian perusahaan Anda ketika karyawan bertemu dengan mitra bisnis saat berkunjung.
Peningkatan estetika kantor tidak hanya akan membantu kantor Anda merasa lebih hidup dan nyaman, tapi juga akan membantu mengurangi stres dan membantu karyawan Anda bekerja lebih baik.

           1. Pencahayaan

2.    Alamiah

3.    Ruang Terbuka

4.    Personalisasi

Bulletin Dakwah